Mojokerto,Kertonews.com- Luar biasa, para jurnalis yang tergabung dalam Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto beehasil mencatatkan rekor penting dalam hal kekompakan. Hal apakah Ini ? jawabannya, dua Kepala Daerah, Wali Kota Ika Puspitasari yang didampingi wakil wali kota dan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang juga didampingi wakil bupati membuka pameran lukisan dan fotografi yang bertemakan ‘merekam realita, merawat budaya’, yang dihelat oleh Media Centre di Sunrise Mall, Rabu (8/7/2026),

”Saya sudah keliling Jawa Timur. Baru kali ini di Jatim, dua kepala daerah yakni Wali Kota dan Wakilnya, Bupati dan wakilnya hadir bareng dalam acara pembukaan pameran lukisan dan foto. Situasi yang kondusif ini akan terbawa sampai bawah, ” ungkap Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim saat berpidato di acara itu.
Bahkan saking kompaknya, kedua kepala daerah itu tampak saling berbagi kebahagiaan dengan para jurnalis di MC. Wajah keduanya sumringah, menebarkan aura positif sepanjang acara itu di buka siang hari ini.
Selain Lutfil Hakim hadir Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti dan Forkopimda Mojokerto dan perwakilan swasta diantaranya Kepala BNN Mojokerto, Kepala BPJS ketenagakerjaan, perwakilan Polres Kota Mojokerto, Polres Mojokerto, kepala rutan kelas II b Mojokerto.
Sebanyak lebih dari 29 lukisan karya maestro pelukis, jurnalis Diak Eko Purwoto dan puluhan karya foto jurnalis karya Fotografi dari fotografer Mojokerto raya serta dukungan berbagai media lokal, nasional hingga media asing, seperti AFP (Prancis) Xinhua (kantor berita Cina) dan Getty Image, (Amerika Serikat) unjuk karya di galeri Sunrise Mall Mojokerto mulai 1 Juli sampai 31 Agustus 2026 mendatang.
Hebatnya lagi saat grand opening ada tiga karya lukisan yang berhasil terjual atau “sold out ” ketiga lukisan tersebut masing masing dikoleksi dua orang anggota DPRD Kab Mojokerto dan seorang Kepala Dinas dilingkungan Pemkab Mojokerto
Bupati Mojokerto dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi adanya pameran ini, karena dengan sebuah foto ada beragam cerita yang terkandung didalamnya.”Saya dulu waktu masih studi di Mesir, sebelum ada alat tulis, ya sebuah lukisanlah yang menjadi alat pembelajaran,’ kata Gus Barra sapaan akrabnya.
Bupati Muhammad Al Barra menyatakan apresiasinya terhadap acara ini. Ia mengatakan bahwa pameran lukisan maupun foto adalah merekam cerita dan budaya dalam setiap perjalanan hidup umat manusia.
”Lukisan dan foto akan merekam cerita dan budaya di Nusantara ini. Sesuatu yang luar biasa, ” katanya.
Pameran ini merupakan yang pertama kalinya persembahan jurnalis yang tergabung dalam Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto (MCRJM).
Koordinator MCRJM, Muhammad Syafiuddin dalam sambutannya mengapresiasi kompakan teman teman media yang tergabung dalam Media Centre yang terdiri dari berbagai platform dalam menyajikan sebuah karya yakni pameran lukisan dan fotografi Merekam Realitas dan Merawat Budaya.
Sebagai puncaknya Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya yang sekaligus didapuk membuka pameran mengatakan sangat mengapresiasi hasil karya rekan jurnalis di MC dalam menuangkan sebuah karya yang dapat mengapresiasi masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi gelaran ini, karena melalui sebuah karya lukis maupun foto, beragam makna positif yang dapat mengapresiasi kepada kita semua,” kata Ning Ita sapaan akrabnya.
Ning Ita tersebut mengapresiasi kolaborasi Media Center bersama berbagai pihak yang berhasil menghadirkan kegiatan seni di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, penyelenggaraan event kreatif seperti ini memiliki dampak lebih luas daripada sekadar ruang pamer karya.
”Saya berterima kasih kepada Media Center dan seluruh partner yang telah bersinergi menyelenggarakan pameran ini. Di tengah kondisi ekonomi yang masih perlu diwaspadai, kegiatan seperti ini menjadi langkah positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Ning Ita.
Ia menilai pameran seni mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar Kota Mojokerto untuk berkunjung. Arus kunjungan tersebut dinilai akan menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, hingga jasa, sehingga memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
”Kegiatan seperti ini akan mengundang masyarakat dari luar daerah datang ke Kota Mojokerto. Kalau bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, tentu akan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” katanya. ( purwo )
Penulis : Diak
Editor : Kayla
