Mojokerto,kertonews.com-Penemuan jasad bayi perempuan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menggegerkan warga setempat. Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tersimpan di dalam sebuah tas ransel yang berada di aliran sungai kawasan hutan.
Informasi yang dihimpun Sekilasmedia.com, jasad bayi pertama kali ditemukan pada Senin pagi (2/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Blok Watu Ondo, Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet.
Lokasi penemuan berada sekitar 300 meter dari jalan raya dan tergolong tersembunyi.
Penemuan bermula saat Sukamto (45), seorang karyawan honorer Tahura, melakukan pengecekan serta pembukaan aliran air di sekitar lokasi. Saat itu, ia melihat sebuah tas ransel warna hitam tersangkut di pipa air. Karena mencurigakan, tas tersebut kemudian diangkat dan diletakkan di atas tanah. Setelah dibuka, saksi terkejut mendapati sesosok bayi yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Sukamto kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas Tahura, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Pacet. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Primawirdhan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa bayi yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 50 sentimeter dan diduga baru saja dilahirkan sebelum meninggal dunia.
“Penanganan kasus saat ini dilakukan oleh Polsek Pacet bersama Polres Mojokerto. Jenazah bayi telah dievakuasi ke RSUD Sumberglagah Pacet untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian,” ujar AKP Aldhino.
Selain mengevakuasi jenazah, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu buah tas ransel warna hitam, kantong plastik merah pembungkus jasad, pakaian perempuan, serta beberapa plastik lain yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Proses evakuasi jenazah bayi dilakukan dengan bantuan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto bersama relawan setempat. Sementara itu, Tim Inafis Polres Mojokerto turut diterjunkan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti pendukung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim medis serta terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.
