Jadi Kolektor Ke-9 Karya Diak Eko. Abu Rojad Boyong Lukisan Penggembala Kerbau

Ketua DPC PPP Kab Mojokerto Abu Rojad saat mengamati lukisan penggembala kerbau, yang ia koleksi. ( foto: Diak)

Mojokerto , Kertonews. com – Laris manis, dalam dua pekan pasca grand opening Pameran Lukisan dan Foto bertajuk Merawat Budaya, Merekam Peristiwa di Sunrise Mall Mojokerto. Para kolektor ramai ramai mengkoleksi lukisan yang dipamerkan.

Kali ini giliran Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mojokerto, Abu Rojad, menjadi kolektor ke-9 lukisan karya maestro Diak Eko Purwoto.

Abu Rojad memilih lukisan bertema penggembala kerbau, salah satu karya reporter Indosiar-SCTV tersebut. Ia datang bersama kader dan simpatisan PPP, Rabu (15/7/2026), untuk menyaksikan pameran yang digelar para wartawan yang tergabung dalam Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto.

Menurut Abu Rojad, pilihannya bukan tanpa alasan. Baginya, kerbau memiliki filosofi yang sangat kuat dalam budaya Jawa.

“Kerbau mempunyai makna tersendiri. Banyak tokoh leluhur kita yang menggunakan nama depan ‘Kebo’, seperti Kebo Anabrang, Kebo Ijo, Kebo Iwa, dan masih banyak lagi. Di Keraton Solo juga ada kerbau yang diberi gelar kehormatan seperti Kiai Pleret dan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam tradisi masyarakat Jawa, kerbau dikenal sebagai simbol kemakmuran atau rojo koyo. Dahulu, seseorang dianggap sejahtera apabila memiliki ternak kerbau.

“Selain itu, kerbau melambangkan kerja keras, kesabaran, dan ketekunan. Seorang penggembala harus memahami karakter hewan yang digembalakannya. Filosofi itulah yang membuat saya tertarik mengoleksi lukisan ini,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pameran, M. Anwar, mengapresiasi bertambahnya kolektor yang membawa pulang karya Diak Eko Purwoto. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa seni lukis masih memiliki tempat di hati publik sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.

“Setiap lukisan yang terjual bukan sekadar transaksi, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap karya seni dan semangat merawat budaya. Kami bersyukur semakin banyak tokoh masyarakat yang ikut mengoleksi karya-karya yang dipamerkan,” kata Anwar.

Ia berharap pameran yang berlangsung di Sunrise Mall Mojokerto hingga akhir Agustus tersebut terus menarik minat masyarakat. Selain menikmati puluhan lukisan dan karya fotografi jurnalistik, pengunjung juga dapat berdialog langsung dengan para seniman dan fotografer mengenai cerita di balik setiap karya yang dipamerkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *