MOJOKERTO, Kertonews.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan meluncurkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK sebagai upaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan organisasi dan pelaksanaan program.
Peluncuran SIM PKK tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Mojokerto yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama, Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum untuk memperkuat kiprah kader PKK sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung program-program pemberdayaan keluarga.
SIM PKK Kabupaten Mojokerto merupakan hasil kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto. Sistem tersebut secara resmi diluncurkan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.
Kehadiran SIM PKK diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi yang berbasis data dan teknologi. Melalui sistem tersebut, pengelolaan data, pelaporan, pemantauan kegiatan hingga perencanaan program PKK dapat dilakukan secara lebih efektif, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Tak hanya menjadi ajang peluncuran inovasi digital, rangkaian HKG PKK ke-54 juga diisi dengan seminar kesehatan bersama dokter sekaligus pemerhati kesehatan, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.
Seminar tersebut mengangkat tema “ASI, Imunisasi dan Makan Bergizi untuk Balita Berprestasi”, sebagai upaya meningkatkan pemahaman kader dan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang sejumlah perlombaan. Penghargaan diberikan kepada peserta lomba Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, lomba Video Kreatif “Aku Hatinya PKK”, lomba terbaik pelaporan tahunan kegiatan 10 Program Pokok PKK, serta lomba publikasi kegiatan 10 Program Pokok PKK melalui media sosial.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, mengatakan materi yang disampaikan dalam seminar kesehatan sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dalam keluarga.
“Pengetahuan tentang ASI, imunisasi, dan gizi anak sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam keluarga dan diteruskan oleh para kader kepada masyarakat,” tuturnya.
Menurut Shofiya, keberadaan PKK memiliki kekuatan besar karena jaringannya bersentuhan langsung dengan keluarga di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK terus diarahkan agar mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan keluarga, pencegahan stunting, posyandu, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK dan seluruh kader yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pemerintah Kabupaten Mojokerto membutuhkan sinergi dengan seluruh unsur masyarakat,” kata Gus Barra, sapaan akrab Bupati Mojokerto.
Menurutnya, luasnya jaringan PKK hingga ke tingkat keluarga menjadi kekuatan penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan di Kabupaten Mojokerto.
“Kerja bersama perlu terus kita kuatkan dalam bidang kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, pencegahan stunting, perlindungan perempuan dan anak, serta pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Terkait peluncuran SIM PKK, Gus Barra menyambut baik inovasi digital tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi akan membantu meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi serta memastikan pelaksanaan program dapat didukung oleh data yang akurat.
“Hari ini juga kita melaksanakan launching. Saya menyambut baik hadirnya SIM PKK sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola PKK melalui data dan teknologi. Sistem ini diharapkan dapat membantu pengelolaan data, pelaporan, pemantauan kegiatan, serta perencanaan program dari tingkat kabupaten hingga desa,” jelasnya.
Meski demikian, Gus Barra menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menghilangkan karakter utama PKK yang selama ini memiliki kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, digitalisasi harus tetap berjalan seiring dengan peran aktif kader yang memahami secara langsung kondisi dan kebutuhan setiap keluarga.
“Data membantu kita memahami kondisi, sementara kader menjadi penghubung yang mengetahui kebutuhan keluarga secara langsung,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Barra juga menyampaikan penghargaan kepada Tim Penggerak PKK dan seluruh kader se-Kabupaten Mojokerto atas pengabdian, dedikasi, serta kerja keras yang telah diberikan selama ini.
“Mari kita terus bergerak bersama, memperkuat 10 Program Pokok PKK, melaksanakan Asta Cita, memanfaatkan SIM PKK, dan memberikan perhatian pada kesehatan serta tumbuh kembang anak. Dari keluarga yang sehat dan kuat, kita siapkan generasi Kabupaten Mojokerto menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Semarak peringatan HKG PKK ke-54 Kabupaten Mojokerto juga semakin terasa dengan keterlibatan para pelaku UMKM yang memamerkan beragam produk unggulan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
(Adv/diak)
