DPRD  Dorong Pemkab Mojokerto lakukan Langkah Terpadu Untuk Penguatan UMKM

Komisi II DPRD Kab Mojokerto saat melakukan hearing dengan instansi lintas sektoral. (Foto:Diak)

Mojokerto,Kertonews.com- Ditengah kondisi perekonomian yang sedang tidak baik baik saja seperti sekarang ini. Kalangan legislatif  khususnya  Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, mendorong pihak eksekutif untuk melakukan langkah strategis yang komprehensif dalam menumbuhkembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Hery Suyatnoko anggota Komisi II DPRD kabupaten Mojokerto mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi pelaku UMKM . “Saat ini, sektor UMKM  sebagai tulang punggung perekonomian daerah sangat membutuhkan dukungan nyata melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).” jelas politisi partai Nasdem ini.

Menurut Hery Suyatnoko, penguatan UMKM tidak bisa berjalan secara parsial. Diperlukan kolaborasi erat dan terintegrasi antara Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, Disbudporapar, serta Diskominfo guna mencipatakan ekosistem usaha yang tangguh, modern, dan berdaya saing tinggi.

4 Pilar Strategi Menumbuhkembangkan UMKM

Dalam hal ini Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto merumuskan beberapa arah Rencana Strategis (Renstra) yang berfokus pada empat pilar utama pengembangan UMKM:

Peningkatan Kualitas Produk dan Standardisasi (Disperindag): Pendampingan intensif terkait perizinan usaha, standarisasi mutu, pengemasan (packaging) yang menarik, hingga pembukaan akses bahan baku agar produk lokal mampu menembus pasar modern.

Penguatan Kapasitas SDM dan Akses Pembiayaan (Dinas Koperasi & UKM): Pelatihan manajemen keuangan, tata kelola bisnis berbasis digital, serta fasilitasi kemudahan akses permodalan melalui sinergi dengan lembaga keuangan formal maupun program KUR.

Integrasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudporapar): Mengintegrasikan produk UMKM (kuliner, kriya, dan fesyen) ke dalam berbagai event pariwisata, pusat oleh-oleh, serta destinasi wisata unggulan di Kabupaten Mojokerto untuk memperluas pangsa pasar wisatawan.

Digitalisasi dan Pemasaran Luas (Diskominfo): Mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan digital marketing, pemanfaatan e-commerce, serta penyediaan infrastruktur internet dan branding daerah berbasis teknologi informasi.

Sinergi Lintas Dinas sebagai Kunci Keberhasilan

Hery Suyatnoko menekankan bahwa masing-masing dinas memiliki peran krusial yang saling melengkapi dalam rantai pasok ekonomi kerakyatan:

“Kolaborasi adalah kunci utama. Dimana Dinas Perindustrian dan Perdagangan fokus pada produksi dan pasar; Dinas Koperasi dan UKM memperkuat kelembagaan dan modal; Disbudporapar membuka etalase melalui pariwisata; sementara Kominfo mempercepat digitalisasinya. Jika keempat pilar ini berjalan seirama, UMKM Mojokerto pasti naik kelas.” tegas Hery.

Sementara itu berkaitan dengan masalah UMKM ini , Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, saat meresmikan Car Free Day (CFD) ‘Peken Wilwatikta Minggu (30/8) kemarin menyatakan komitmennya untuk membantu UMKM. ” Peresmian Car Freeday di jalan RA Basuni ini  merupakan bentuk upaya Pemkab Mojokerto dalam mendorong kemajuan UMKM, serta sebagai ajang pelestarian budaya daerah di Bumi Majapahit ” ujar Gus Barra. (Adv)

 

Penulis : Diak

Editor : Kayla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *