Memenuhi Standar Kesehatan Warga, Pemkot Mojokerto Tuntaskan Bantuan Septik untuk 62 KK

Pemkot Mojokerto menuntaskan program Bantuan Septik Skala Individu bagi 62 kepala keluarga di tiga kecamatan. Bantuan senilai Rp6 juta per keluarga ini ditujukan untuk meningkatkan akses sanitasi layak dan mencegah pencemaran lingkungan. (Foto:Diak)

Mojokerto,Kertonews com–Guna memenuhi standar kesehatan bagi warganya, Pemerintah Kota Mojokerto berhasil menuntaskan program Bantuan Septik Skala Individu (BSSI) bagi 62 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan.

Program kerakyatan yang bersumber dari APBD tersebut memberikan bantuan sebesar Rp6 juta kepada setiap keluarga untuk meningkatkan akses sanitasi layak sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.

Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Magersari, Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Prajuritkulon.

Bantuan sosial ini disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto melakukan pengawasan agar program berjalan sesuai peruntukannya.

Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Endah Supriyani, melalui Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP), Indra Suryadiansyah, mengatakan program BSSI menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan akses sanitasi yang layak. Septik yang dibangun juga diharapkan tidak mencemari lingkungan maupun air tanah, sehingga memenuhi standar kesehatan,” ujar Indra saat dihubungi, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Pemkot Mojokerto juga berupaya melanjutkan program serupa pada tahun-tahun mendatang.

“Pemberian bantuan dari Pemkot Mojokerto ini bertahap. Insyaallah setiap tahun ada,” ungkapnya.

Adapun sasaran penerima bantuan adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 dan berdomisili di Kota Mojokerto. Kriteria tersebut menjadi dasar untuk memprioritaskan warga yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan fasilitas sanitasi rumah tangga.

Masyarakat yang ingin mengusulkan bantuan dapat menempuh sejumlah jalur, yakni melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan dari kelurahan, maupun pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Melalui program ini, Pemkot Mojokerto berharap semakin banyak keluarga yang dapat menikmati fasilitas sanitasi yang sehat dan aman. Selain meningkatkan kualitas hidup warga, keberadaan septik yang memenuhi standar juga penting untuk menjaga kualitas air tanah serta mengurangi risiko pencemaran di lingkungan permukiman. (Diak/ Adv)

 

Penulis : Diak

Editor : Kayla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *