Bupati Mojokerto Intruksikan Kematian TKA China di PT SPS Diusut Tuntas

Bupati Al Barra saat dikonfirmasi wartawan.(foto: Diak)

Mojokerto, Kertonews.com– Buntut kematian Warga Negara Asing (WNA) asal China di PT Sun Paper Source (SPS), Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/3/2026), tampaknya menjadi persoalan serius. Tidak hanya pihak kepolisian dan kalangan dewan saja yang memberikan atensi khusus terhadap masalah ini. Baka Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra juga mengintruksikan kepada semua jajarannya untuk mengusut tuntas masalah kematian TKA asing ini.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto itu menegaskan, kasus kematian WNA asal “negeri tirai bambu” dengan status visa kunjungan (C20) bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan penyalahgunaan izin kerja oleh tenaga asing.
Bupati menyatakan akan membentuk tim khusus guna menguak praktik yang diduga terjadi di sejumlah perusahaan di wilayahnya.

“Selama ini kita melihat seolah tidak ada orang asing di Kabupaten Mojokerto. Tapi ternyata faktanya tidak seperti itu. Peristiwa Ini bisa menjadi pintu masuk, dan kita tidak bisa lagi mudah percaya,” tegasnya.
Ditemui usai membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto, Senin (30/3/2026), Bupati memastikan akan segera mengambil langkah taktis dengan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Nanti kita panggil OPD terkait,” tandasnya.
Ia menegaskan, dinas terkait harus turun langsung untuk memastikan keberadaan dan legalitas tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Mojokerto.

“Saya kira dinas terkait harus turun untuk memastikan kembali TKA di Kabupaten Mojokerto. Kasus ini hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan. Mereka harus memantau, terutama perusahaan asing,” bebernya.
Bupati juga memastikan akan menelusuri secara detail status dan keberadaan teknisi asing asal Shaanxi, China, berinisial HB (33) yang meninggal dunia tersebut.
“Kita akan lihat kapan masuknya, sudah berapa lama tinggal di sini, serta visanya. Kalau melebihi waktu yang ditentukan, berarti sudah lama tinggal di sini,” paparnya.
Terkait potensi hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati tidak menampik adanya kerugian.

“Jelas kita kehilangan banyak PAD,” ujarnya.
Diketahui, Kabupaten Mojokerto sebelumnya dikejutkan oleh kabar kematian seorang teknisi asing asal Shaanxi, China berinisial HB (33). Korban dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Korban diduga tewas setelah tangan kanannya tersangkut mesin produksi jenis rewinder atau penggulung rol kertas di PT Sun Paper Source (SPS).
PT SPS merupakan produsen tisu yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dan menjadi bagian dari jaringan industri kertas yang memproduksi berbagai jenis tisu, mulai dari facial tissue, toilet tissue, hingga paper towel. ( diak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *