Mojokerto,Kertonews.com-DPRD Kabupaten Mojokerto merespons cepat kasus dugaan keracunan massal yang menimpa santri Pondok Pesantren Mahad An Nur, Kecamatan Kutorejo. Ketua DPRD Ayni Zuroh, didampingi Ketua Komisi IV Agus Fauzan, mendatangi Posko Pelayanan Kesehatan, Sabtu, (10/1/26) malam.
Ayni Zuroh menuturkan, para santri diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Wonodadi dan dibagikan pada Jumat,(9/1/26).
Ia menyebut jumlah korban cukup banyak dan menjadi perhatian serius DPRD. Menurutnya, kejadian ini merupakan kasus pertama di Kabupaten Mojokerto yang melibatkan program MBG.
DPRD Kabupaten Mojokerto langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta instansi terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Selain itu, DPRD juga membentuk tim satgas guna mengawal proses penanganan dan penyelidikan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto dan Satreskrim agar penyebab kejadian ini segera terungkap,” ujar Ayni Zuroh.
“Petugas sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Kita menunggu hasilnya,” katanya.
Ayni Zuroh juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap dapur MBG, termasuk peran ahli gizi dan kualitas bahan baku makanan.
DPRD Kabupaten Mojokerto memastikan akan mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas. (Diak/adv)
Penulis : Diak
Editor : Kayla
