Mojokerto,Kertonews.com– Sebanyak 152 siswa dan santri dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SMP/MTs serta SMA/MA di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat, Sabtu (10/1/2026).
Para korban berasal dari sejumlah sekolah dan pondok pesantren yang tersebar di Kecamatan Kutorejo. Mereka mengalami keluhan seperti mual, pusing, muntah, dan diare usai menyantap makanan MBG, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri bergerak cepat melakukan penanganan. Sejumlah pejabat terlihat turun langsung ke posko perawatan korban keracunan, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarto, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Suwanjoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, M.Si, unsur Polres Mojokerto, serta Koordinator BGN Mojokerto Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini, menjelaskan bahwa seluruh korban saat ini mendapatkan perawatan intensif di sejumlah fasilitas layanan kesehatan.
“Para siswa dan santri dirawat di beberapa puskesmas dan rumah sakit, di antaranya Puskesmas Kutorejo, Gondang, Pacet, Bangsal, serta RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari dan RS Sumberglagah Pacet,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan medis secara gratis, dan pemerintah daerah telah membuka posko pengaduan untuk memudahkan koordinasi serta pendataan korban.
“Posko pengaduan tetap kita buka, dan semua korban dirawat secara gratis,” tegasnya.
Dyan menambahkan, posko tunggal penanganan dipusatkan di Pondok Pesantren An Nur, sebagai lokasi koordinasi utama penanganan medis dan pendataan korban.
“Penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait penyebab pasti dugaan keracunan, pihaknya menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian, termasuk pemeriksaan sampel makanan MBG yang dikonsumsi para korban.“Sebab keracunan masih didalami oleh pihak kepolisian,” pungkasnya.
Penulis : Diak
Editor : Kayla
